1. ETIKA DAN KODE ETIK MENULIS DI MEDIA APA SAJA
NAMA : LINIE ASMARA
NPM : 14210043
KELAS : 4 EA 17
TUGAS KE 1 : SOFTSKILL ETIKA BISNIS
ETIKA DAN KODE ETIK MENULIS DI MEDIA JEJARING SOSIAL
ABSTRAK
LINIE ASMARA, 4EA17, 14210043
Perkembangan teknologi kini telah merambah ke dunia jejaring sosial. Jejaring sosial sangat bermanfaat dalam berkomunikasi lewat dunia maya. Bukan hanya chatting, upload foto, dan sharing status tapi juga pada jejaring sosial saat ini telah memberi fasilitas video call seperti facebook. Jika digunakan secara baik maka tidak ada aspek negatif, akan tetapi selalu saja ada keisengan user dalam menggunakan jejaring sosial. Bahkan kriminalitas menjadi meningkat akibat jejaring sosial. Dari permasalahan-permasalahan yang disebabkan oleh jejaring sosial tersebut maka diperlukan suatu pensosialisasian tentang etika dalam menggunakan jejaring sosial.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa komunikasi sangat penting bagi kehidupan manusia. Semakin berkembangnya zaman, alat komunikasi juga semakin canggih. Surat yang dulu digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh kini mulai ditinggalkan. Dari surat mulai berkembang lagi dengan adanya mig33, friendster dan Mirc. Jejaring sosial ini penggunaannya tidak terlalu banyak karena keterbatasan perangkat. Oleh karena itu jejaring sosial dikembangkan lagi hingga akhirnya menciptakan e-mail, skype, blogspot dan lain-lain hingga jejaring sosial seperti facebook serta twitter yang lagi booming. Kemajuan jejaring sosial inilah yang mengakibatkan adanya penyalahgunaan terhadap jejaring sosial itu sendiri.
1.2 Rumusan Masalah
Dengan fasilitas canggih yang disediakan oleh jejaring sosial saat ini, maka penggunaan jejaring sosial semakin melunjak saja. Namun bukan hanya digunakan untuk hal-hal yang positif, beberapa tahun belakangan ini media jejaring sosial acap kali digunakan sebagai sarana untuk tindakan kriminal. Bagaimanakah cara untuk mengantisipasi penggunaan jejaring sosial untuk melakukan hal-hal yang negatif ini.
1.3 Batasan Masalah
Adapun batasan yang menjadi sub pokok pembahasan dalam paper ini adalah :
1. Sejarah Jejaring Sosial
2. Pengertian Jejaring Sosial
3. Contoh Jejaring Sosial
4. Kelebihan dan Kekurangan Jejaring Sosial
5. Etika dalam Menggunakan Jejaring Sosial
1.4 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk mengetahui etika dalam penggunaan jejaring sosial serta memperluas wawasan akan jejaring sosial.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Sejarah Jejaring Sosial
Kehadiran jejaring sosial diawali dengan munculnya Sixdegrees.com pada tahun 1997 sebagai situs jejaring sosial pertama di dunia.Tahun 1999 dan 2000 muncul situs jejaring sosial bernama lunarstorm, live journal, dan cyword dengan sistem informasi searah. Tahun 2003 bermunculan situs jejaring social lain dengan beragam kategori seperti Flikr (berbagi foto), Youtube (berbagi video), dan Myspace (banyak digunakan untuk jejaring social musik). Selain Friendster, Myspace juga jejaring sosial yang popular pada saat itu.
Pada tahun 2006 kehadiran Facebook menggeser posisi jejaring sosial pada saat itu. Tahun 2009, muncul jejaring sosial Twitter yang saat ini juga merupakan salah satu jejaring sosial populer. Pengguna Twitter (tweep) dibatasi dalam berkicau (tweet) maksimal 140 karakter.Namun justru pembatasan ini membuat Twitter menjadi jejaring sosial micro blogging popular.Karna terbatas,jadi orang hanya menuliskan kata-kata yang penting saja dan tidak lebay seperti di Facebook.
Tahun 2011 ini muncul lagi jejaring sosial baru bernama Google+ (dibaca Google plus) yang dibuat oleh perusahaan internet raksasa, Google. Jejaring sosial ini sepertinya sengaja dibuat untuk menyaingi situs milik Mark Zukerberg, Facebook. Dengan tampilan dan fitur yang sangat mirip facebook, Google+ disebut-sebut akan menjadi jejaring sosial populer. Kelebihan Google+ adalah memiliki fitur dan sistem yang dimiliki oleh facebook dan twitter, bisa dibilang penggabungan dari dua jejaring sosial tersebut.
2.2 Pengertian Jejaring Sosial
Menurut Wikipedia, jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.
Dalam bentuk yang paling sederhana, suatu jaringan jejaring sosial adalah peta semua ikatan yang relevan antar simpul yang dikaji. Jaringan tersebut dapat pula digunakan untuk menentukan modal sosial aktor individu. Konsep ini sering digambarkan dalam diagram jaringan sosial yang mewujudkan simpul sebagai titik dan ikatan sebagai garis penghubungnya.
2.3 Macam-macam jejaring sosial
Pada sebuah artikel yang disadur dari Top 15 Most Popular Social Networking Sites. Berikut ini merupakan macam-macam jejaring sosial yang terpopuler 15 teratas:
1. Facebook
2. Twitter
3. LinkedIn
4. Myspace
5. Google+
6. deviantART
7. LiveJournal
8. Tagged
9. Orkut
10. CafeMom
11. Ning
12. Meetup
13. mylife
14. myYearbook
15. Badoo
Facebook adalah jejaring sosial yang paling terkenal saat ini dengan 900 juta pengunjung berbeda setiap bulannya. Logonya pun banyak dipasang di berbagai iklan produk. Setelah itu mengikuti Twitter yang memiliki 300 pengunjung berbeda setiap bulannya. Banyak yang menggemari Twitter karena ringkas dan sangat cepat dalam update informasi. Ia juga sering disebut “SMS-nya internet”.
2.4 Kelebihan dan Kelemahan Jejaring Sosial
a. Kelebihan Jejaring Sosial
Adapun kelebihan dari jejaring sosial adalah sebagai berikut:
1. Mempermudah interaksi dengan orang-orang dari seluruh belahan dunia dengan biaya yang murah.
2. Penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat dan efektif.
3. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan
b. Kelemahan Jejaring Sosial
Disamping kegunaannya, jejaring sosial juga dapat mengakibatkan hal-hal negatif. Berikut ini merupakan kelemahan dari jejaring sosial.
1. Kemunculan jejaring sosial menyebabkan interaksi interpersonal secara tatap muka( face to face) cenderung menurun. Orang lebih memilih jejaring sosial karena lebih praktis dibanding bertemu secara langsung.
2. Jejaring sosial membuat anak muda tidak dapat tidak mengakses internet. Dalam kadar yang berlebihan, secara tidak langsung jejaring sosial membawa dampak negatif, seperti kecanduan (addiksi) yang berlebihan.
3. Sebagai media untuk penyebaran pornografi.
4. Sebagai media perjudian.
5. Sebagai predator untuk melakukan kejahatan. Jati diri seseorang di dalam jejaring sosial acap kali tidak diketahui apakah sungguhan atau tidak.
6. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka. Belakangan ini, 2 situs terkenal yakni facebook dan twitter merupakan sarana dalam melakukan tindakan kriminal. Banyak kasus penculikan serta tindakan asusila yang berawal dari jejaring sosial seperti Facebook. Di dunia Twitter sendiri juga terdapat kasus seperti pencemaran nama baik dan diskriminasi antar ras.
2.5 Etika Dalam Menggunakan Jejaring Sosial
Untuk menghindari dampak negatif dari penggunaan jejaring sosial, maka sebaiknya pengguna mengetahui etika dalam menggunakan jejaring sosial itu sendiri. Berikut merupakan etika dalam menggunakan jejaring sosial:
1. Jangan pernah meng update status dengan kata-kata kasar.
2. Batasi membagi seputar kehidupan pribadi,terlebih yang sangat pribadi dan sensitive.
3. Jangan memasukkan orang ke dalam grup tertentu tanpa permintaan dari orang itu sendiri.
4. Jangan melakukan tag terhadap seseorang pada update status yang tidak eksplisit mengenai mereka atau foto dan tautan yang tidak ada kaitannya dengan mereka.
5. Jangan mengejek, mengolok-olok atau menghina orang. Jejaring sosial bukan media untuk pelampiasan kekesalan kepada orang lain.
6. Jangan pernah meng upload foto yang yang tidak pantas.
7. Hati-hati bila check in place dan mengupdate sedang dimana kita berada. Aplikasi untuk check in place seperti Foursquare memang banyak digunakan dan kemudian di share di sosial media. Pemilik akun sosial media suka check in place untuk memberitahu keberadaannya dan sedang melakukan apa. Tanpa disadari, check in place bisa mengundang orang yang berniat jahat kepada kita. Karena orang yang berniat jahat mengetahui dimana kita berada dan dengan siapa kita berada.
8. Tidak berbicara dan membagi konten yang memiliki unsur SARA dan Pornografi. Hindari berbicara ataupun menuliskan kalimat bercandaan yang memiliki unsur SARA ( Suku, Agama dan Ras ) serta pornografi. Karena selain bisa menyinggung pihak lain juga bisa menimbulkan salah persepsi dan membawa dampak yang buruk. Tidak semua pengguna sosial media mengerti akan konsep ini, karena itu mulailah dari diri kita untuk tidak berbicara dan membagi konten yang mengandung unsur diatas.
9. Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.
10. Buatlah nama akun yang mudah diingat oleh orang lain.
11. Jangan sembarangan chatting dengan orang asing.
12. Jika ada seseorang yang tidak secara eksplisit mengumumkan di jejaring sosial apakah mereka bertunangan, hamil, melahirkan atau hal bahagia semacam ini, alangkah baiknya kita tidak mendahului mengumumkan hal tersebut. Karena hal ini bersifat pribadi.
13. Jangan membajak jejaring sosial milik orang lain.
2.6 Dampak Jejaring Sosial
1. Dampak Positif
a. Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat di butuhkan di zaman digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar bagaimana cara beradaptasi,bersosialisai dengan public dan mengelola jaringan pertemanan.
b. Memperluas jaringan pertemanan, anak dan remaja akan menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar diantaranya belum pernah mereka temui secara langsung.
c. Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena di sini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
d. Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati, misalnya memberi perhatian saat ada teman mereka yang ulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.
e. Internet sebagai media komunikasi : merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
f. Media pertukaran data : dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web : jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
g. Media untuk mencari informasi atau data : perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
h. Kemudahan memperoleh informasi : kemudahan untuk memperoleh informasi yang ada di internet banyak membantu manusia sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. Selain itu internet juga bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
i. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan : Dengan kemudahan ini, membuat kita tidak perlu pergi menuju ke tempat2penawaran/penjualan karena dapat di lakukan lewat internet.
2. Dampak Negatif
a. Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya, maka pengetahuan tentang seluk beluk berkomunikasi di kehidupan nyata, seperti bahas tubuh dan nada suara, menjadi berkurang.
b. Situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi kurang berempati di dunia nyata.
c. Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di jejaring social. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit membedakan anatara berkomunikasi di situs jejaring social dan dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa.
d. Situs jejaring social adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru di kenal anak kita di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.
e. Pornografi : Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home page yang dapat di akses. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
f. Penipuan : Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
g. Carding : Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
h. Perjudian : Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
Secara garis besar dampak negatif internet adalah :
a. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
b. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.
c. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).
d. Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Pada penulisan ini penulis hanya mencari informasi yang ada dari sumber-sumber di internet sebanyak-banyaknya mengenai etika dan kode etik menulis di media massa baik media cetak maupun media elektronik agar rumusan dan tujuan penulisan ini dapat terjawab. Data penulisan ini mengunakan data sekunder. Dimana pengertian Data Sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan kedua). Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal, dan lain-lain.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Friendster
Friendster adalah sebuah situs permainan sosial yang berfokus pada permainan dan musik yang berpusat di Mountain View, California. Friendster sebelumnya dikenal sebagai situs jejaring sosial. Sebelum dirancang ulang, layanan ini memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan anggota lain, serta berbagi konten dan media daring dengan anggota tersebut. Situs web ini dulunya digunakan untuk berkencan dan mencari tahu tentang acara baru, band, dan hobi. Pengguna dapat berbagi video, foto, pesan dan komentar dengan anggota lain melalui profil dan jaringan mereka. Friendster dianggap sebagai salah satu jejaring sosial asli dan bahkan "kakek"-nya semua jejaring sosial. Layanan ini sangat populer di kawasan Asia Tenggara.
Pada Mei 2011 perusahaan ini mengalihkan diri menjadi situs permainan sosial dan menghapus semua akun jejaring sosial penggunanya. Namun akun Friendster tidak akan dihapus dan pengguna masih bisa masuk log menggunakan surel dan sandi lama mereka. Mereka juga menyatakan bahwa daftar kontak (atau daftar teman) akan dipertahankan bersama informasi dasar pengguna. Situs baru ini akan terfokus pada "hiburan dan kesenangan", dan tidak bertujuan untuk bersaing dengan Facebook, namun justru melengkapinya.
Friendster memiliki lebih dari 8,2 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 1 juta pengunjung unik setiap bulannya; namun sejak situs ini menghapus semua konten dan menjadi situs permainan, jumlah ini turun menjadi 1,2 juta pengguna terdaftar saja.Lebih dari 90% lalu lintas Friendster berasal dari Asia. Di Asia, pada 2008, Friendster memiliki pengunjung unik bulanan lebih banyak daripada jejaring sosial lain 10 negara teratas yang sering mengakses Friendster menurut Alexa pada 7 Mei 2009 adalah Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Pakistan, Uni Emirat Arab, Sudan, Korea Selatan, Bangladesh, dan India.
4.2 Facebook
Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial yang diluncurkan pada bulan Februari 2004, dimiliki dan dioperasikan oleh Facebook, Inc. Pada September 2012, Facebook memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif, lebih dari separuhnya menggunakan telepon genggam. Pengguna harus mendaftar sebelum dapat menggunakan situs ini. Setelah itu, pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman, dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna dengan ketertarikan yang sama, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah atau perguruan tinggi, atau ciri khas lainnya, dan mengelompokkan teman-teman mereka ke dalam daftar seperti "Rekan Kerja" atau "Teman Dekat".
Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa Universitas Harvard, Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Keanggotaan situs web ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, kemudian diperluas ke perguruan lain di Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Situs ini secara perlahan membuka diri kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun. Meski begitu, menurut survei Consumer Reports bulan Mei 2011, ada 7,5 juta anak di bawah usia 13 tahun yang memiliki akun Facebook dan 5 juta lainnya di bawah 10 tahun, sehingga melanggar persyaratan layanan situs ini. Studi Compete.com bulan Januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial yang paling banyak digunakan menurut jumlah pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Entertainment Weekly menempatkannya di daftar "terbaik" akhir dasawarsa dengan komentar, "Bagaimana caranya kita menguntit mantan kekasih kita, mengingat ulang tahun rekan kerja kita, mengganggu teman kita, dan bermain Scrabulous sebelum Facebook diciptakan?" Quantcast memperkirakan Facebook memiliki 138,9 juta pengunjung bulanan di AS pada Mei 2011. Menurut Social Media Today pada April 2010, sekitar 41,6% penduduk Amerika Serikat memiliki akun Facebook. Meski begitu, pertumbuhan pasar Facebook mulai turun di sejumlah wilayah dengan hilangnya 7 juta pengguna aktif di Amerika Serikat dan Kanada pada Mei 2011.
Nama layanan ini berasal dari nama buku yang diberikan kepada mahasiswa pada tahun akademik pertama oleh beberapa pihak administrasi universitas di Amerika Serikat dengan tujuan membantu mahasiswa mengenal satu sama lain. Facebook memungkinkan setiap orang berusia minimal 13 tahun menjadi pengguna terdaftar di situs ini.
4.3 Twitter
Twitter adalah sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc., yang menawarkan jejaring sosial berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan (tweets). Kicauan adalah teks tulisan hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Kicauan bisa dilihat secara luar, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar teman-teman mereka saja. Pengguna dapat melihat kicauan penulis lain yang dikenal dengan sebutan pengikut ("follower").
Semua pengguna dapat mengirim dan menerima kicauan melalui situs Twitter, aplikasi eksternal yang kompatibel (telepon seluler), atau dengan pesan singkat (SMS) yang tersedia di negara-negara tertentu. Situs ini berbasis di San Bruno, California dekat San Francisco, di mana situs ini pertama kali dibuat. Twitter juga memiliki server dan kantor di San Antonio, Texas dan Boston, Massachusetts.
Sejak dibentuk pada tahun 2006 oleh Jack Dorsey, Twitter telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia dan saat ini memiliki lebih dari 100 juta pengguna. Hal ini kadang-kadang digambarkan sebagai "SMS dari internet". Twitter memiliki logo berupa seekor burung berwarna biru yang bernama "Larry the "Bird", dinamai setelah nama seorang mantan pemain basket NBA,Larry Bird.
4.4 Myspace
Myspace (dahulu MySpace) merupakan sebuah situs jejaring sosial.Kantor pusatnya bertempat di Beverly Hills, California, dan berada dalam satu gedung perkantoran dengan pemilik langsung perusahaan tersebut, News Digital Media, kepunyaan News Corporation. MySpace menjadi situs jaringan sosial paling populer di Amerika Serikat pada bulan Juni 2006. Berdasarkan comScore, MySpace telah disusul oleh kompetitor internasional utamanya yaitu Facebook pada bulan April 2008. MySpace mempekerjakan 1000 karyawan pada bulan Juni 2009. Perusahaan tidak mengungkapkan pendapatan atau keuntungan secara terpisah dari News Corporation.
4.5 Google+
Google+ atau Google Plus adalah jejaring sosial yang dioperasikan oleh Google Inc.Google+ diluncurkan pada 28 Juni 2011 dengan sistem undangan untuk diuji coba. Di hari tersebut, pengguna Google+ diijinkan untuk mengundang teman di atas 18 tahun, untuk membuat akun. Namun, ini segera dihentikan sehari kemudian setelah pembuatan akun semakin membeludak.
Google+ mengintegrasikan layanan sosial seperti Google Profile dan Google Buzz, dan memperkenalkan layanan baru seperti Circles, Hangouts, Sparks, and Huddles. Google+ juga akan tersedia dengan berbagai aplikasi desktop dan aplikasi ponsel, tetapi hanya pada Android dan sistem operasi iOS. Media massa seperti The New York Times telah menyatakan bahwa Google+ adalah upaya terbesar Google untuk menyaingi jaringan sosial Facebook, yang telah mempunyai lebih dari 750 juta pengguna pada tahun 2011.
BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Dalam penggunaan jejaring sosial bukan hanya dampak positif yang diperoleh namun dampak negatifnya juga. Banyak pengguna yang belum mengetahui etika dalam menggunakan jejaring sosial sehingga masih saja ada yang menyalahgunakan jejaring sosial itu sendiri.
5.2 SARAN
Dalam pemakaian jejaring sosial kita harus pintar-pintar agar tidak mendapatkan masalah, juga tidak mudah tergoda dalam situs-situs yang menggiurkan. Dianjurkan dalam mengunakan jejaring sosial agar tidak melakukan hal-hal yang berbentuk kriminalisme dan jangan percaya informasi yang belum terbukti. Maka dari itu gunakanlah media jejaring sosial dengan sebaik-baiknya.
DAFTAR PUSTAKA

0 komentar:
Posting Komentar